Implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat: Peningkatan Peran Kader Kesehatan Gigi Posyandu dalam Deteksi Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut
Jakarta, 3 Juni 2026. – Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) dari Poltekkes Kemenkes Jakarta I sukses menyelenggarakan program pemberdayaan kader Posyandu untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan yang dipimpin oleh Rizki Sofian, S.KM., M.Tr.TGM, bersama anggota tim Dr. Rikawarastuti dan Dr. Ni Nyoman Kasihani ini, menyasar para kader di wilayah Depok sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di tingkat keluarga.
Kesehatan gigi dan mulut merupakan indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia, namun prevalensi karies gigi dan penyakit gusi di Indonesia masih tergolong tinggi. Masalah utamanya adalah paradigma masyarakat yang masih bersifat kuratif, di mana pemeriksaan baru dilakukan saat muncul rasa sakit. Untuk itu, pelatihan ini bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan preventif agar mampu mengenali gejala awal gangguan kesehatan rongga mulut.
Dalam pelaksanaannya, para kader mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penyampaian materi konsep dasar kesehatan gigi, faktor risiko penyakit, serta pelatihan deteksi dini menggunakan pendekatan observasi visual sederhana. Selain teori, peserta juga terlibat langsung dalam demonstrasi dan simulasi praktik pemeriksaan rongga mulut serta penggunaan media edukasi yang dirancang khusus untuk memudahkan penyuluhan mandiri oleh kader.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Berdasarkan evaluasi melalui pre-test dan post-test, terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan kader dari 78,33 menjadi 91,67. Lebih lanjut, program ini berhasil mencetak kader-kader yang kompeten secara praktis, di mana 90% kader kini memiliki kemampuan deteksi dini yang baik dalam menentukan indikator kebersihan gigi, kesehatan gusi, dan status karies gigi.
“Pemberdayaan kader Posyandu sangat strategis karena mereka memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, kader diharapkan tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam mempromosikan perilaku hidup sehat dan mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gigi secara tepat waktu. Sebagai langkah keberlanjutan, tim PKM berencana melakukan monitoring dan pendampingan berkala untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh diterapkan secara konsisten di lapangan. Ke depannya, program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam upaya menurunkan prevalensi penyakit gigi dan mulut melalui penguatan layanan kesehatan primer berbasis masyarakat.
Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Diploma Tiga Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta I bersama Koordinator Kader Posyandu Wilayah Kota Depok
Gambar 2: Kegiatan deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh salah satu peserta kegiatan
Gambar 3: Kegiatan tanya jawab
Gambar 4: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Diploma Tiga Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta I bersama mitra pengabdian kepada masyarakat